Kamis, Juli 03, 2008
Ketika Cinta Berbuah Surga
KETIKA CINTA BERBUAH SURGA
By: Habiburrahman El Shirazy.---------Ditanah Kurdistan, ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki putra, seorang anak laki-laki yang tampan, cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya membaca Al-Qur'an. Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang memutuskannnya.
Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan bahwa ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tau apa yang dirasakan anaknya.
Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman yang baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bias kau ajak bercinta untuk surga”.
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya. ”Apa maksud ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran. “Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kaupun bias mencintainya dengan penuh keikhlasan, karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan cinta yang dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.”
“Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?” Tanya Said. Sang raja menjawab, “Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik untuk menguji mereka. Undanglah siapa pun yang kau anggap cocok, untuk menjadi temanmu saat makan pagi disini, di rumah kita. Jika sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah apa yang kemudian mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga butir telur. Jika dia tetap bersabar, hidangkanlah tiga butir telur kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur, jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu.”------------
To be continue....jangan kemana2...tetap mampir di nan’s blog..Ok!!
Langganan:
Komentar (Atom)
